BIOTA PENANDA PENCEMARAN AIR TAWAR

Pencemaran air tidak hanya berdasarkan warna air atau keruhnya air yang mengalir, kita dapat mengetahui apakah air tawar atau sungai tersebut sudah tercemar atau belum dengan melihat biota atau hewan air yang hidup disekitar dan didalamnya. Biota perairan dapat dijadikan sebagai bioindikator suatu perairan. Biota yang menjadi bioindikator memiliki persyaratan, yaitu memiliki kepekaan terhadap perubahan lingkungan, memiliki respon yang cepat, memiliki daur hidup yang kompleks sepanjang tahun, bersifat sesil, tidak mudah bermigrasi. Berdasarkan persyaratan tersebut, maka bioindikator yang sesuai yaitu plankton dan bentos.

Hewan-hewan kecil atau biota tersebut dikenal dengan sebutan Makroinvertebrata
Apakah itu makroinvertebrata ?
Makrointevertebrata adalah hewan yang tidak bertulang belakang, adapun jenis makroinvertebrata sebagai bioindikatornya adalah

  • bioindikator perairan tercemar ringan, yaitu Plecoptera (Perlidae dan Peleodidae), Ephemeroptera (Leptophlebiidae, Pseudocloeon, Ecdyonuridae, dan Caebidae), Trichoptera (Hydropschydae dan Psychomyidae), Odonanta (Gomphidae, Plarycnematidae, Agriidae, dan Aeshnidae), dan Coleoptera (Elminthidae).
  • Makroinvertebrata sebagai bioindikator perairan tercemar sedang, yaitu Mollusca (Pulmonata dan Bivalvia), Crustacea (Gammaridae), dan Odonanta (Libellulidae dan Cordulidae).
  • Makroinvertebrata sebagai bioindikator perairan tercemar, yaitu Hirudinae (Glossiphonidae dan Hirudidae), dan Hemiptera. Makroinvertebrata sebagai bioindikator perairan tercemar agak berat, yaitu Oligochaeta (Tubificidae), Diptera (Chironomus thummi-plumosus), dan Syrphidae.
  • Perairan sangat tercemar tidak memiliki makroinvertebrata atau pun makrozoobentos tetapi hanya memiliki suatu lapisan bakteri yang sangat toleran terhadap limbah organik (Sphaerotilus) di permukaan.

Biota yang hidup di perairan yang tercemar akan didominansi oleh spesies yang tahan terhadap tingkat pencemaran tertentu. Spesies yang tahan akan berhasil berkompetisi dan menguasai relung yang ditinggalkan oleh spesies lain yang tidak tahan dengan zat-zat pencemar. Hal tersebut mengakibatkan penurunan tingkat keanekaragaman hayati di perairan tercemar.

Biota yang tahan terhadap tingkat pencemaran yang tinggi memiliki kemampuan untuk tahan terhadap tingkat pencemaran tertentu. Kadar oksigen terlarut yang rendah mengakibatkan ikan-ikan yang hidup umumnya memiliki organ seperti paru-paru yang mampu menyimpan udara yang banyak. Turbiditas yang tinggi mengakibatkan ikan-ikan yang tahan terhadap tingkat pencemaran memiliki organ seperti antena yang mampu mendeteksi gerakan dan tekanan air serta pertikel-pertikel padat di perairan. Larva-larva serangga umumnya tahan terhadap salinitas yang tinggi.

Perairan yang tercemar akan menurunkan tingkat keanekaragaman hayati biota perairan. Biota-biota perairan yang mampu hidup dan toleran terhadap zat pencemar sangat sedikit. Hal tersebut disebabkan oleh daya dukung lingkungan untuk dapat menopang keberlangsungan hidup biota perairan menjadi terbatas. DO yang rendah mengakibatkan biota perairan menjadi sulit bernafas dan bahkan mati.

Biota perairan yang tercemar memiliki kemampuan khusus untuk dapat hidup di perairan yang ekstrim. Kemampuan tersebut antara lain memiliki organ barbulae (kumis) untuk meraba di perairan yang sangat keruh. Organ tersebut dapat membantu mata dan organ indera lain untuk dapat mendeteksi mangsa dan bersembunyi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s